WORKSHOP SUBJECT SPECIFIC PEDAGOGY
PERANGKAT PEMBELAJARAN 3
MATA PELAJARAN
DASAR TEKNIK MESIN
Kompetensi Dasar
3.8 Menerapkan prosedur proses
pengelasan
4.8
Melakukan rutinitas proses pengelasan
Oleh
ASLIZAR
NIM.
K2513077
PROGRAM
PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SEBELAS MARET
SURAKARTA
2017
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
|
|
Satuan
Pendidikan
Mata
Pelajaran
Komp. Keahlian
Kelas /
Semester
Tahun Pelajaran
Materi Pembelajaran
Alokasi Waktu
|
:
:
:
:
:
:
:
|
SMK Pancasila Surakarta
Teknik Pengelasan
Teknik
Pemesinan
X / 2
2017/2018
Teknik pengelasan
pelat dengan pipa berbagai posisi menggunakan las busur manual
14 jam
pelajaran (3 Pertemuan @5 X 45 menit)
|
A.
Kompetensi Inti
KI-1: Menghayati dan
mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI-2: Menghayati dan
mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3: Memahami,
menerapkan dan menganalisis pengetahuan menggambar potongan diputar, berurutan dan melintang sehingga
mendorong siswa rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan
KI- 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif,
dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung
B. Kompetensi Dasar
3.8 Menerapkan prosedur proses
pengelasan
4.8
Melakukan rutinitas proses pengelasan
C.
Indikator Pencapaian Kompetensi
Pertemuan Ke-1
3.8.1
Menjalin kerjasama, toleransi, damai, santun, demokratis,
dalam menyelesaikan masalah perbedaan konsep berpikir dalam mengaplikasikan
teknik pengelasan pelat dengan pelat berbagai posisi menggunakan las busur
manual
3.8.2
Menunjukkan sikap responsif, proaktif, konsisten, dan
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam melakukan tugas mengaplikasikan teknik
pengelasan pelat dengan pelat berbagai posisi menggunakan las busur manual.
3.8.3 Menerapkan teori
pengelasan pelat dengan pipa berbagai posisi menggunakan las busur manual.
Pertemuan Ke 2-3
4.8.1 Melakukan pengelasan pelat dengan pipa pada sambungan sudut posisi di bawah
tangan (1F), posisi mendatar (2F), dan posisi vertical (3F) dengan las busur
manual (SMAW)
D.
Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
3.8.1
Setelah
akhir
proses pembelajaran, peserta
didik dapat
Menjalin kerjasama, toleransi, damai, santun, demokratis, dalam menyelesaikan
masalah perbedaan konsep berpikir dalam mengaplikasikan teknik pengelasan pelat
dengan pelat berbagai posisi menggunakan las busur manual.
3.8.2
Setelah
akhir
proses pembelajaran, peserta
didik dapat Menunjukkan sikap responsif, proaktif, konsisten,
dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam melakukan tugas mengaplikasikan teknik
pengelasan pelat dengan pelat berbagai posisi menggunakan las busur manual.
3.8.3
Setelah
akhir
proses pembelajaran, peserta
didik dapat Menerapkan teori pengelasan pelat dengan pipa
berbagai posisi menggunakan las busur manual.
Pertemuan Ke 2-3
4.8.1
Setelah akhir proses pembelajaran,
peserta didik Melakukan pengelasan pelat dengan pipa pada sambungan sudut
posisi di bawah tangan (1F), posisi mendatar (2F), dan posisi vertical (3F)
dengan las busur manual (SMAW).
E. Materi Pembelajaran
Pertemuan ke-1
Macam-macam posisi pengelasan ada 4 macam :
1.
Down Hand (bawah tangan)
2.
Mendatar (Horizontal)
3.
Naik (Vertikal)
4.
Upper Head (Atas Kepala)
Resiko yang dapat timbul pada pengelesan las busur manual
yaitu :
1.
Kesetrum
2.
Mata perih
3.
Kulit terbakar
4.
Racun pada asap nya jika terhirup terlalu banyak.
Pertemuan ke 2-3
Latihan menyalakan busur
listrik dan membuat rigi-rigi las serta mengatur panjang busur (jarak antara
ujung elektroda ke benda kerja).
a. Bila panjang busur tepat (kurang lebih garis
tengah elektroda) dan kecepatan pengelasan yang tepat maka akan menghasilkan
bunyi mendesis yang tetap dan halus (tidak meledak-ledak) dengan lebar jalur
las sebesar kurang lebih dua kali garis tengah elektroda, karena cairan
elektroda akan mengalir dan mengendap dengan baik. Hasilnya rigi-rigi las yang halus dan baik,
tembusan las yang baik, dan terak halus dan mengkilat.
b. Bila busur terlalu panjang, maka timbul
bagian-bagian yang berbentuk bola (percikan-percikan kecil) dari cairan
elektroda. Hasilnya rigi-rigi las kasar, tembusan las dangkal (melebar), dan
percikan teraknya kasar.
c. Bila busur terlalu pendek, akan sukar
memeliharanya, kalau terjadi kontak butiran logam cair yang menyambung
elektroda dan logam induknya maka akan terjadi hubungan singkat dan busur akan
mati, sehingga elektroda akan menempel kuat pada benda kerja.
F.
Pendekatan, Model Dan Metode
Pendekatan : Scientific Learning
Model : Student
fasilitator and explaining
Metode : Demontrasi
dan Kerja kelompok.
G. Kegiatan Pembelajaran
|
|
JUMLAH
PERTEMUAN
|
ALOKASI
TIAP PERTEMUAN
|
|
TEORI
|
1 ( pertemuan ke 1)
|
4 x 45 menit = 180
menit
|
|
PRAKTEK
|
2
( pertemuan ke 1,2) jobsheet terlampir
|
5 x 45 menit = 180
menit
|
Pertemuan Ke-1
|
Kegiatan
|
Deskripsi Kegiatan
|
Waktu
|
|
Pendahuluan
|
§ Guru memberikan salam untuk memulai pelajaran.
§ Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan
pembelajaran sebelumnya.
§ Siswa membaca doa
§ Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran
sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
§ Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, manfaat,
dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
|
15 Menit
|
|
Kegiatan Inti
|
Mengamati
§ Guru menjelaskan
teori pengelasan pelat dengan pipa berbagai posisi menggunakan las busur
manual.
§ Siswa mendengarkan dan
mencatat penjelasan guru.
§ Guru mempraktekkan
pengelasan pelat dengan pipa pada sambungan sudut posisi di bawah tangan (1F), posisi mendatar ( 2F) dan posisi vertical
(3F) dengan las busur manual (SMAW).
§ Siswa mengamati
|
145 menit
|
|
Menanya
§
Siswa Mengajukan
pertanyaan terkait pengelasan pelat dengan pipa berbagai posisi menggunakan
las busur manual.
|
||
|
Mengeksplorasi:
§ Guru membagi siswa
menjadi 4 kelompok
§ Bersama-sama siswa
mempraktekkan cara pengelasan pelat dengan pipa pada sambungan sudut posisi di bawah tangan (1F) dengan las
busur manual (SMAW).
|
||
|
Menganosiasi
§
Bersama-sama siswa membuat kesimpulan tentang pengelasan pelat dengan
pipa berbagai posisi menggunakan las busur manual.
§ Guru melakukan pengawasan
dan bimbingan kepada siswa.
|
||
|
|
Mengkomunikasikan
§ Siswa memberikan penjelasan dari hasil prakteknya.
§ Guru memberikan penguatan dari apa yang dijelaskan siswa
|
|
|
Penutup
|
§ siswa membersihkan tempat praktek yang
sudah dipakai.
§ Siswa mengumpulkan hasil pengelesannya.
§ Siswa membaca doa.
|
20
Menit
|
H. Alat Dan Bahan Media Pembelajaran
Ø Alat :
o
Mesin las listrik
o
Palu las
o
Tang
o
Tang penjepit
o
Elektroda
o
Kacamata las listrik
o
Mistar baja
o
Penyiku
o
Sarung tangan
o
Sikat besi
Ø Media Pembelajaran
o
Modul Las
o
Job Sheet
o Buku
referensi lain yang sesuai
Surakarta,.............
2017
|
|
|
Guru Mata Pelajaran
Aslizar
K2513077
|
|
Dosen Pembimbing I
Ngatou Rohman, S.Pd.,M.Pd.
NIP. 198007012005011001
|
|
Dosen Pembimbing II
Ir. Husin Bugis, M.Si
NIP. 195810031988111001
|



1 komentar:
boleh minta yang untuk kd yg lainnya maksutnya yg semester 2
Posting Komentar