#AmosXP { margin-top:50px; margin-right:30px; position: absolute; font-family: 'Age', cursive; font-size: 30px; text-shadow: 0 1px 0 #fff, 0 2px 0 #bbb, 0 3px 0 #aaa, 0 4px 0 #aaa, 0 5px 0 #999, 0 6px 1px #000, 0 0px 3px #000, 0 1px 3px #000, 0 3px 5px #000, 0 5px 10px #000, 0 5px 20px #000; -webkit-transform: rotate(325deg); -moz-transform: rotate(325deg); -o-transform: rotate(325deg); writing-mode: lr-tb; }

Plurk

Sabtu, 13 Juni 2015

MAKALAH PEMELIHARAAN MESIN BOR

Disusun guna melengkapi Tugas Mata Kuliah  Pemeliharaan Mekanik Industri
Dosen Pengampu : Danar Susilo W,S.T, M,Eng.







Oleh:
ASLIZAR
K2513077



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015


KATA PENGANTAR
Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Sang khaliq pencipta alam semesta, pencipta jagat raya, dan juga pencipta umat manusia dan Allah juga yang telah mengajarkan kita tulis baca dari yang tidak tahu  menjadi tahu, dan memperkenalkan kita ilmu pengetahuan serta memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada penulis, pembaca dan semua umat manusia, sehingga dengan hidayahnya penulis dapat membuat Makalah “ PEMELIHARAAN MESIN BOR
           
Di dalam penulisan makalah  ini, ada orang-orang yang berperan penting bagi penulis yang selalu memberi motivasi serta mengajarkan penulis, maka dari itu penulis sangat berterima kasih kepada :
1.      Ayahnda dan Ibunda tercinta serta keluarga yang telah memberikan dorongan motivasi bagi penulis.
2.      Guru pembimbing Pak Danar Susilo W,S.,T,M.Eng. yang telah banyak mengarahkan dan membimbing penulis dalam membuat makalah ini.

Akhirnya hanya kepada Allah Swt. jualah penulis menyerahkan diri karena disetiap tindakan atau gerak yang penulis lakukan justru karena izin Allah Swt. dan mudah-mudahan Laporan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Amin…

Surakarta, 11 Juni 2015
                                                                                       Penulis

                                                                                        Aslizar
                                                                                      K2513077
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................         i
DAFTAR ISI..............................................................................................        ii
BAB I     PENDAHULUAN.....................................................................        1
A. Latar Belakang ...........................................................................        1
B. Rumusan Masalah .......................................................................        1
C. Tujuan..........................................................................................        2
BAB II   DASAR TEORI..........................................................................        3
A.    Pengertia Mesin Bor...................................................................        3
1.      Fungsi Mesin Bor.................................................................        3
2.      Jenis Mesin Bor....................................................................        7
3.      Mata Bor..............................................................................        12
4.      Prinsip Pengeboran...............................................................        17
5.      Kecepatan Potong Pengeboran............................................        17
6.      Pengerjaan Pengeboran........................................................        19
B.     Pemeliharaan..............................................................................        22
1.      Perawatan Mesin..................................................................        23
2.      Cara Perawatannya..............................................................        24
BAB III PENUTUP...................................................................................         25
A.    Kesimpulan..................................................................................         25
B.     Saran............................................................................................         26

Daftar Pustaka



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Mesin perkakas adalah alat mekanis yang ditenagai, biasanya digunakan untuk mempabrikasi komponen metal dari sebuah mesin. Kata mesin perkakas biasanya digunakan untuk mesin yang digunakan tidak dengan tenaga manusia, tetapi mereka bisa juga di gerakan oleh manusia bila dirancang dengan tepat. Para ahli sejarah teknologi berpendapat bahwa mesin perkakas sesungguhnya lahir ketika keterliabtan manusia dihilangkan dalam proses pembentukan atau proses pengecapan dari berbagai macam peralatan.
Mesin perkakas biasanya berhubungan dengan suatu industri yang pada dasarnya alat tersebut sangat membantu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan industry tersebut terutama pada logam atau plat, Mesin perkakas pada dunia industry sangat banyak antara lain: mesin bubut, mesin frais, gerinda dan gergaji mesin terutama pada bengkel industri dan pabrik-pabrik. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu untuk pemahaman lebih lanjut tentang mesin bor dan mesin gergaji.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan mesin bor ?
2. Bagaimana cara pemeliharaan mesin bor ?

C. TUJUAN
1.      Mengetahui mesin bor secara keseluruhan
2.      Mengetahui Bagaimana cara merawat mesin bor
3.      Dapat Merawat Roda gigi agar tidak terjadi keausan
4.      DapatMerawat ban penggerak dan puli agar kelurusan ban dan puli tetap terjaga
5.      Dapat Merawat atau nglepel kedudukan mesin agar getaran yang ditimbulkan oleh mesintidak melebihi toleransi.













BAB II
TEORI DASAR

A. Pengertian Mesin Bor
Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.
1)       Fungsi Mesin Bor
Mesin bor mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.      Pembuatan Lubang
Mengumpan mata bor pada suatu benda kerja untuk membuat lubang

Gambar Pembuatan Lubang
2. Pembesaran Lubang
Mengumpan mata bor pada benda kerja yang telah memiliki lubang sebelumnya guna untuk memperbesar diameter lubang pada benda kerja.

Gambar Pembesaran Lubang

3. Chamfer
Chamfer adalah suatu proses untuk menghilangkan sisi tajam dari sebuah bentuk slindris. Chamfer pada proses counter sink yang dimaksudkan ada beberapa macam penggunaan, antara lain :
a. Chamfer untuk membersihkan chip / bram.
b. Chamfer untuk pembuatan ulir.
c. Chamfer untuk dudukan kepala baut konus.
d. Chamfer untuk dudukan paku keling.











Gambar Chamfer
3. Bagian Mesin Bor dan Fungsinya

a)      Base (Dudukan)
Base ini merupakan penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak paling bawah menempel pada lantai, biasanya dibaut. Pemasangannya harus kuat karena akan mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi.

b)      Column (Tiang)
Bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan untuk proses pengeboran. Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau rel untuk jalur gerak vertikal dari meja kerja.
c)      Table (Meja)
Bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Meja kerja dapat disesuaikan secara vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bisa berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada tiang (column). Untuk meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 3600 dengan poros ditengah-tengah meja. Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan.Untuk menjepit benda kerja agar diam menggunakan ragum yang diletakkan di atas meja.
d)     Drill Chuck (Mata Bor)
Adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. Mata bor yang paling sering digunakan adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang baik, penyaluran serpih (geram) yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup, sudut-sudut sayat yang menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang–bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garis-garis singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor.
e)       Spindle
Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang/mencekam mata bor.

f)       Spindle head
Merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk proses pemakananya.
g)      Drill Feed Handle
Handel untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja (memakankan).
h)      Table Clamp
Table Clamp digunakan untuk mengunci kedudukan table.

2)       Jenis Mesin Bor
1.      Mesin bor meja










Mesin bor meja adalah mesin bor yang diletakkan diatas meja. Mesin ini digunakan untuk membuat lobang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16 mm). Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran motor listrik diteruskan ke poros mesin sehingga poros berputar. Selanjutnya poros berputar yang sekaligus sebagai pemegang mata bor dapat digerakkan naik turun dengan bantuan roda gigi lurus dan gigi rack yang dapat mengatur tekanan pemakanan saat pengeboran.


Gambar  Mesin Bor Duduk

2. Mesin bor tangan (pistol)











Gambar Mesin Bor Pistol
Mesin bor tangan adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan menggunakan tangan dan bentuknya mirip pistol. Mesin bor tangan biasanya digunakan untuk melubangi kayu, tembokmaupun pelat logam. Khusus Mesin bor ini selain digunakan untuk membuat lubang juga bisa digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut karena dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri. Mesin bor ini tersedia dalam berbagai ukuran, bentuk, kapasitas dan juga fungsinya masing-masing.
3. Mesin bor Radial
Gambar Mesin Bor Radial
Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat. Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang secara permanen pada landasan atau alas mesin. Pada mesin ini benda kerja tidak bergerak. Untuk mencapai proses pengeboran terhadap benda kerja, poros utama yang digeser kekanan dan kekiri serta dapat digerakkan naik turun melalui perputaran batang berulir.
4. Mesin Bor Tegak (Vertical Drilling Machine)





Mesin bor koordinat pada dasarnya sama prinsipnya dengan mesin bor yang lainnya. Perbedaannya terdapat pada sistem pengaturan posisi pengeboran. Mesin bor koordinat digunakan untuk membuat/membesarkan lobang dengan jarak titik pusat dan diameter lobang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi. Untuk mendapatkan ukuran ketelitian yang tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat diatur dalam arah memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik. Ketelitian dan ketepatan ukuran dengan sistem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi 0,001 mm.
6. Mesin bor lantai


Gambar  Mesin Bor Lantai


Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai disebut juga mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor yang mejanya disangga dengan batang pendukung. Mesin bor jenis ini biasanya dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat.






7. Mesin bor berporos (mesin bor gang)
Mesin bor ini mempunyai lebih dari satu spindel, biasanya sebuah meja dengan empat spindel. Mesin ini digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus, sehingga lebih cepat.untuk produksi masal terdapat 20 atau lebih spindel dengan sebuah kepala penggerak.

3)       Mata Bor
Mata bor adalah alat yang paling ideal untuk membuat lubang yang rapih dan presisi. Bisa digunakan pada bahan kayu, plastik ataupun logam. Banyak jenis dan ukuran lubang yang bisa dibuat dengan menggunakan bor, akan tetapi dengan mempertimbangkan ukuran lubang dan jenis bahan kita perlu menggunakan mata bor yang tepat.


Jenis Mata Bor
a. Twist Bits
Gambar Twist Bist


b. Masonry Bits
Gambar Masonry Bits

















































Dirancang untuk membuat lubang pada tembok, beton atau batu. Digunakan dengan mesin bor pada setelan martil (gerakan bir bergetar seperti ketukan martil) dan pada ujung mata bor terdapat logam keras sebagai pemotong. Biasanya tersedia dalam 4-15mm dan mata bor lebih panjang daripada twist bits (300 - 400mm).
Gambar Spur Bits

Dikenal sebagai mata bor kayu dengan ujung mata bor runcing pada bagian tengahnya dan pisau pengiris pada bagian kelilingnya. Ujung runcing di tengah berfungsi untuk menjaga agar mata bor tetap lurus sehingga lubang yang dihasilkan presisi dan dengan yang sama. Ukuran yang tersedia sekitar 6-15mm.


Gambar Countesink Bits
Mata bor ini bersudut 90° pada ujungnya dan berfungsi untuk membuat lubang 45° terhadap permukaan kayu. Biasanya dipakai pada saat membuat lubang untuk kepala sekrup agar permukaan sama rata dengan kayu. Mata bor ini bisa berdiri sendiri dan ada juga yang terpasang langsung dengan mata bor utama untuk membuat lubang sekrup.
e. Foster Bit





Sudut potong mata bor terdapat empat macam, yaitu:
ü  Sudut Bebas (a)

ü 
Sudut Mata Potong (b)
ü  Sudut Tatal (γ)
ü  Sudut Pemotongan (δ)
Ujung mata pemotong harus selalu tajam. Pusat/ujung bibir pemotong yang tidak sentris saat pengasahan mata bor menghasilkan beban yang tidak sama terhadap bor. Akibatnya lobang yang terbentuk tidak tepat, bergeser/menyimpang posisinya dari senter yang ditentukan.

4)       Prinsip Pengeboran
Berdasarkan pekerjaan yang dilakukan, maka mesin bor dapat berfungsi untuk membuat lobang silindris dan bertingkat, membesarkan lobang, memcemper lobang dan mengetap. Pekerjaan yang banyak menuntut ketelitian yang tinggi pada pengeboran adalah pada saat menempatkan mata bor pada posisi yang tepat di titik senter.


5)       Kecepatan Potong Pengeboran
Kecepatan potong ditentukan dalam satuan panjang yang dihitung berdasarkan putaran mesin per menit. Atau secara defenitif dapat dikatakan bahwa kecepatan potong adalah panjangnya bram yang terpotong per satuan waktu.
Setiap jenis logam mempunyai harga kecepatan potong tertentu dan berbeda-beda. Dalam pengeboran putaran mesin perlu disesuaikan dengan kecepatan potong logam. Bila kecepatan potongnya tidak tepat, mata bor cepat panas dan akibatnya mata bor cepat tumpul atau bisa patah.

Kecepatan potong ditentukan oleh:
ü  Jenis bahan yang akan dibor
ü  Jenis bahan mata bor
ü  Kualitas lobang yang diinginkan
ü  Efesiensi pendinginan
ü  Cara/teknik pengeboran
ü  Kapasitas mesin bor
Untuk mendapatkan putaran mesin bor per menit ditentukan berdasarkan keliling mata bor dalam satuan panjang . Kemudian kecepatan potong dalam meter per menit dirubah menjadi milimeter per menit dengan perkalian 1000. akhirnya akan diperoleh kecepatan potong pengeboran dalam harga milimeter per menit.Dalam satu putaran penuh, bibir mata bor (Pe) akan menjalani jarak sepanjang garis lingkaran (U). Oleh karena itu, maka
Dimana:
U = Keliling bibir mata potong bor
D = Diameter mata bor
p = 3.14
Jarak keliling pemotongan mata bor tergantung pada diameter mata bor. Waktu pemotongan juga menentukan kecepatan pemotongan. Oleh karena itu jarak yang ditempuh oleh bibir pemotong mata bor harus sesuai dengan kecepatan putar mata bor. Berdasarkan hal tersebut maka jarak keliling bibir pemotongan mata bor (U) selama n putaran per menit dapat dihitung dengan rumus:
U = p x d x n
Dimana:
U = keliling bibir potong mata bor
D = Diameter mata bor
N = putaran mata bor per menit
Biasanya kecepatan potong dilambangkan dengan huruf V dalam satuan meter per menit. Jarak keliling yang ditempuh mata bor adalah sama dengan jarak atau panjangnya bram yang terpotong dalam satuan panjang per satuan waktu.



























Berdasarkan hal tersebut maka jarak keliling yang ditempuh mata potong bor (U) sama dengan panjangnya bram terpotong dalam satuan meter per menit. Berarti kecepatan potong sama dengan jarak keliling pemotongan mata bor. Maka:
V = U
V= p x d x n (m/menit)
Pemakanan Pengeboran
Pemakanan adalah jarak perpindahan mata potong bor ke dalam lubang/benda kerja dalam satu kali putaran mata bor. Besarnya pemakanan dalam pengeboran dipilih berdasarkan jarak pergeseran mata bor dalam satu putaran, sesuai dengan yang diinginkan. Pemakanan juga tergantung pada bahan yang akan dibor, kualitas lobang yang dibuat, kekuatan mesin yang ditentukan berdasarkan diameter mata bor.
6)       Pengerjaan Pengeboran
Untuk Mekanisme Proses pengerjaan pengeboran adalah sebagai berikut ;
1.      Pemasangan Benda Kerja
a.       Jika menggunakan ragum, untuk benda kerja rata dan mendatar dengan ukuran benda tebalnya lebih pendek dari ukuran tinggi mulut ragum, dibagian bawah benda kerja ditahan denagan bantalan yang rata dan sejajar (paralel). Agar ragum tidak turut bergerak, ragum diikat denagan menggunakan mur baut pada meja bor.
b.      Jika tidak menggunakan ragum, benda kerja diikat pada meja bor dengan menggunakan dua buah mur baut, dua buah penjepit bentuk U dengan dua balok penahan yang sesuai.
c.       Untuk mengebor logam batang berbentuk bulat, benda kerja diletakan pada sebuah balok V dan dijepit dengan batang pengikat khusus, kemudian ditahan dengan menggunakan balok yang sesuai dan diikat oleh mur baut pada meja mesin bor.
Untuk benda kerja yang akan dibor tembus, benda kerja dijepit dengan menggunakan batang, penjepit khusus, balok penahan yang sesuai tingginya dan diikat dengan mur baut pengikat agar tidak merusak ragum.

2.      Pemasangan Mata Bor pada chuck
a.       Bor dengan tangkai lurus (taper) langsung dimasukan pada lubang sumbu mesin bor, tidak boleh menggunakn pemegang bor. Dengan demikian, lubang alur menerima ujung taper dan lubang taper diimbangi oleh selubang yang distandarisasi (dinormalisasikan). Ujung taper tidak digunakan untuk memegang tapi untuk mempermudah dilepas dari selumbung dengan menggunakan soket. Sebelum melepas bor, sepotong kayu harus diletakan dibawahnya, sehingga mata bor tidak akan rusak pada saat jatuh.
b.      Bor dengan tangkai selinder diguanakan “ Pemegang bor berkonsentrasi sendiri” dengan dua atau tiga rahang. Bor harus dimasukan sedalam mungkin sehinggan tidak selip pada saat berputar. Permukaan bagiaan dalam pemegang berhubungan dengan tangakai mata bor, sehingga menghasilkan putaran bor.
c.       Bor dengan kepala bulat lurus diperguanakan pemegang/ penjepit bor otomatis (universal), dimana bila diputar kuncinya, maka mulutnya akan membuka atau menjepit dengan sendirinya (otomatis).
d.      Bor dengan kepala tirus dipergunakan taper atau sarung pangurang yang dibuat sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan, sehingga terdapat bermacam-macam ukuran.
e.       Mata bor yang baik asahan mata potongnya akan mengebor dengan baik dan akan menghasilkan tatal yang sama tebal dengan yang keluar melalui kedua belah alur spiral bor. Untuk bahan memerlukan pendinginan, dipergunakan cerek khusus tempat bahan pendingin.

3.      Atur posisi benda kerja dengan menggerakkan meja, untuk arah vertical cukup memutar handle, untuk gerak putar mejanya cukup membuka pengunci di bawah meja dan di sesuaikan, setelah itu jangan lupa mengunci semua pengunci.

4.      Tancapkan steker mesin ke stop kontak sumber listrik, kemudian tekan sakelar on (pada saat ini spindle sudah berputar). Atur kecepatan yang sesuai dengan benda kerja.

5.       Untuk pemakanan ke benda kerja, putar Drill feed Handle sehingga mata bor turun dan memakan benda kerja.

6.       Gunakan cairan pendingin bila perlu

7.      Setelah selesai, tekan sakelar off untuk mematikan mesin

8.      Untuk Mesin bor tangan / pistol sakelar khusus untuk pilhan putaran ke kanan dan ke kiri.







B.     Pemeliharaan
Pemeliharaan adalah suatu kobinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam, atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima. Untuk Pengertian Pemeliharaan lebih jelas adalah tindakan merawat mesin atau peralatan pabrik dengan memperbaharui umur masa  pakai dan kegagalan/kerusakan mesin.. Pada umumnya perusahaan hanya melakukan tindakan yang bersifat perbaikan (Corerective Maintenance) kurang mendapatkan perhatian. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya perhatian dari kalangan perusahaan akan arti pentingnya sistem perawatan sebagai berikut :
1.      Belum dirasakannya pengaruh kerusakan peralatan terhadap kelancaran proses produksi, karena kemacetan produksi juga akibat dan kemacetan pada bagian fungsi produk lainnya
2.      Belum dipahaminya tujuan dari aktivitas perawatan dan manfaat dari penerapan sistem perawatan
3.      Belum dimengerti sebab akibat terhadap kerusakan mesin pada proses produksi
Perawatan merupakan kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas (peralatan) pabrik dan mengadakan perbaikan atau penggantian yang diperlukan agar terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan rencana sehingga mencegah terjadinya kerusakan selama proses produksi berlangsung atau sebelum tercapainya rencana dalam jangka waktu tertentu.

Adapun tujuan utama dari kegiatan sistem perawatan ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mencapai tingkat biaya perawatan (Maintenance) seoptimal mungkin, dengan melaksanakan kegiatan perawatan secara efektif dan efisien
2.      Kemampuan berproduksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi
3.      Mesin dan peralatan produksi (fasilitas produksi) yang ada di dalam perusahaan tersebut akan dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lebih lama
4.      Mengontrol setiap mesin agar tetap terjaga pemakaiannya dari kerusaka
5.      Menjamin keselamatan operator yang menggunakan saran dan alat tersebut
6.      Menghindari kegiatan maintenance yang dapat mambahayakan keselamatan pekerja.
7.      Menjaga kualitas produk pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk itu sehingga kegiatan produksi tidak terganggu

1.       Perawatan Mesin
Sebuah mesin dalam menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan perawatan yang intensif pada setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin bor. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan :
1.      Pelumasan secara rutin untuk menghilangkan panas dan gesekan.
2.      Mesin harus dibersihkan setelah digunakan
3.       Chips harus dibersihkan menggunakan kuas.
4.      T-slots, grooves, spindles sleeves, belts, and pulley harus dibersihkan.
5.      Mesin diolesi dengan cairan anti karat untuk mencegah dari berkarat\
6.      Pastikan untuk alat pemotong berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.
7.      Jangan menempatkan alat-alat lain di meja pemboran
8.      Hindari pakaian longgar
9.      Perlindungan khusus untuk mata


2.      Cara Perawatannya
a)      Pendinginan
Pendinginan pada mata bor tidak bisa disepelekan karena akan membuat umur mata bor tidak tahan lama, untuk pekerjaan yang cukup banyak mata bor juga memerlukan proses pendinginan. Setiap material memiliki jenis pendinginan yang berbeda.
b)      Putaran Mesin (RPM)
Semakin besar diameter mata bor yang Anda gunakan maka semakin lambat putaran yang ada, semakin kecil mata bor akan semakin membuat putaran bor semakin cepat.
c)      Pengasahan (penggerindaan)
Membentuk sisi potong yang kurang baik akan menimbulkan kerusakan yang ditimbulkan seperti merasa cepat tumpul, terasa bahannya keras, lubang yang tidak bagus, cepat panas dan lain-lain. Periksa kembali apakah hasil asahan anda sudah tepat agar dapat membuat mata bor Anda menjadi lebih tahan lama.









PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mesin bor merupakan suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan).
Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.
Sedangkan penemu mesin bor Modern ialah Arthur L. Hawkesworth (1869-1925). Ada beberapa jenis mesin bor diantaranya sebagai berikut :
·         Mesin Bor Meja
·         Mesin Bor Lantai (Kolom atau Tiang)
·         Mesin Bor Radial
·         Mesin Bor Gang / berporos
·         Mesin Bor Koordinat
·         Mesin Bor Tegak
Bagian-bagian utama mesin bor ialah :
ü  Base (Dudukan )
ü  Column (Tiang)
ü  Table (Meja)
ü   Drill (Mata Bor)
ü  Spindle
ü  Spindle head
ü  Drill Feed Handle
ü   Kelistrikan

a.       Kerusakan-kerusakan pada mesin bor diakibatkan karena kurangnya perawatan dan kurangnya kehati-hatian dalam penggunaannya.
b.      Terjadinya banyak korosi pada komponen-komponen mesin bor diakibatkan karena kurangnya pelumasan pada komponen-komponen tersebut.
c.       Kerusakan pada belt karena usianya yang sudah tua dan kurangnya perawatan.

B.     SARAN
ü  Perawatan yang baik akan menambah umur pakai mesin bor.
ü  Baut pengikat harus selalu diperiksa keteguhannya, karena jika terjadi kelonggaran akan mengakibatka getaran.
ü  Baut pengikat puli juga harus diperiksa
ü  Peralatan atau pengatur dalamnya pemakanan bor juga harus diperiksa terutama apabila menggunakan roda gigi rack. Periksa roda gigi rack apakah terjadi cacat padanya dan apakah pelumasannya diberikan secara teratur.
ü  Periksa bearing pada bagian kepala mesin bor, masih bagus atau mengalami keausan
ü  Cek kelurusan ban penggerak dan puli








DAFTAR PUSTAKA

Job Sheet Laboratorium Metrologi Teknik Mesin
http://larrydaromes.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefaultvmlo_29.html



0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More