Hari/tanggal :
|
PEMBONGKARAN
DAN PENGUKURAN KOMPONEN MESIN ( RING & TORAK )
|
Job no :
|
Waktu : 1 x Tatap Muka
|
Dosen : Ir. Husin Bugis, M. Si
|
A.
JUDUL
Pembongkaran
dan pengukuran kompnen mesin ( Ring & Torak )
B.
TUJUAN
Dalam
praktek motor bakar ini memiliki tuuan yaitu :
ü Menerapkan
kemampuan dan keterampilan yang di diapatkan dibengkel
ü Menyelesaikan
laporan
ü Menegtahui
prosedur kerja yang baik sesuai standarnya
ü Mengetahui
cara membongkar mesin yang benar
ü Mengetahui
apa saja yang perrlu diperbaiki
ü Mengetahui
kesalahan-kesalahan mesin saat menghidupkan
ü Dapat
mengenali nama-nama dan letak komponen dari engine
C.
ALAT
DAN BAHAN
1. Alat
·
Tool Box
·
Kalifer ( Jangka Sorong )
·
Kunci T
·
Kunci Ring
·
Feeler Gauge
2. Bahan
Adapaun bahan yang
digunakan dalam pratek Motor bakar adalah :
a. Mesin
Mobil bensin Merk SUZUKI
D.
KESELAMATAN
KERJA
ü Gunakan
pakaian wearpack yang seragam
ü Gunakan
alat sesuai dengan fungsi dan cara pemakaian alat yang benar
ü Berhati-hatilah
terhadap komponen yang mudah patah saat praktek pengerjaan
ü Perhatikan
tanda-tada yang ada pada bodi atau komponen mesin
ü Bekerja
dengan serius dan patuhi intrusi instruktur
E.
MATERI
Dalam laporan ini akan dijelaskan urutan membongkar
dan memasang alat-alat mesin yang digunakan. Pengukuran dan gambar dari
bagian-bagian mesin dan memasang kembali komponen-komponen mesin seperti normal
kembali.
F.
MATERI
Sesuai dengan tujuanpelaksaan pekerjaan dasar engine
diperlukan cara kerja pembongkaran dan pemasanagn komponen mesin ( engine )
serta memperhatikan kode-kode tanda yang terdapat pada bagian omponen-komponen
mesin yang digunakan untuk mempermudahan pemasangan kembali dan agar tidak
tertukar pada posisi yang lain.
G.
PEMBONGARAN
BAGIAN IPAS PEMDINGIN
Adapun
langkah langkah dalam pembongkaran yaitu :
1. Pertama
lepaskan ipas dengan menguunakan kunci 10T yang melekat pada mesin kipas baut
satu persatu

2. Ketika
kipas sudah terlepas buka tutup yang berwarna hiyam kemudian timing belt yang
melekat pada fuili timing belt untuk memuar Noken As
Fuili
Kecil
H.
PEMBONGKARAN KEPALA SILINDER
Adapun langkah-langkah dalam
pembongkaran kepala silinder adalah :
1.
Pertama lepaskan tutup kepala silinder yang menggunakan kunci T10 kemudian
kumpulan baut-baut tersebut agar mudah saat pemasangan.
2.
Ketika tutup kepla silinder terbuka
maka tampak pelatuk-peatuk kepla silinder
3.
Lepaskan baut-baut yang terdapat di
sela-sela pelatuk dengan menggunakan unci ring shock 14 untuk membuka baut
4.
Setelah mengambil semua baut-baut
tersebut angkatlah bagian-bagian kepala silinder dan letakkan mesin tersebut.
I.
PEMBONGKARAN
CARTER
Adapun langah-langah
dalam pembongaran carter yaitu :
1) Mesin
dibalikan pada bagian carter terletak diatas guna untuk mempermudah pengerjaan
pelepasan baut-baut yang terdapat dicarter.
2) Umpulan
baut-baut tersebut dibagian lain supaya tidak tercampu.
3) Angkatlah
carter dan letakkan ditempat yang benar
4) Lalu
bualah baut yang mengiat pada saringan dengan menggunakan kunci T10 dan
angkatlah penyaring.
J.
MELEPASKAN
BANTALAN PADA POROS ENGKOL
Langkah-langkah dalam
pembongkaran yaitu :
1) Setelah
kedua bagian terpisah anara kepala silinder dan carter lalu blok silinder di
ubah letak pada bagian bantalan letakkan diatas untuk mempermudah pembongkaran
2) Lalu
bualah baut-baut yang terdapat dibantalan poros engol dengan menggunakan kunci
shock/ring 14 dan membuka satu persatu baut tersebut untuk membua baut-baut
tidak diperbolehkan menggnakan kunci pas karna akan mempermolor baut.
3) Ketika
bantalan poros engkol tersebut dilepas letakkan bantalan sesuai urut nomor yang
terdapat di bagian tas ban.
K.
PEMBONGARAN
PENGIKAT BATANG TORAK PADA POROS ENGKOL
Langah-langakh dalam
melepaskan batang torak :
1) Ketika
sudah membuka bantalan poros engkol kemudian membuka mur
yang mengikat batang torak pada poros engkol.
2) Untuk
membuka bantalan ini harus 2 batang/ piston yang bisa dibuka yaitu silinder 2
dan 3
3) Yang
digunakan untuk membuka bantalan batang torak ialah kunci T/ Ring 12
4) Dan
untuk membuka 2 silinder lain diputar poros engkol dengan memutar roda gila
yang terdapat disamping.
5) Ketika
bantalan batang torak udah terletak berada diatas maka sudah terletak berada
diatas maka sudah tak berhenti memutar yaitu silinder 1 dan 4
6) Maka
pada batang torak yang sudah dilepas akan terletak dibawah
7) Dan
pada bantalan batang torak yang sudah dibuka maka disusun menurut urutan yang
sebelumnya dibuka.
L.
PEMBONGKARAN
TORAK DAN BLOK SILINDER
Langkah-langkah
dalam mengeluarkan torak dari blok silinder
1) Ketika
Mur tersebut dibuka maka terlihatlah baut yang terdapat pada bantalan batang
torak.
2) Lalu
baut tersebut dipukul dengan menggunakan palu karet u ntuk mengeluarkan
torak-torak dari blok silinder
3) Menegluarkan
torak ialah harus 2 kali putaran ialah torak satu dan 4 dari putaran yang lain
ialah torak 2 dan 3
4) Ketika
sudah dipukul maka ambillah torak yang sudah keluar dari blok silinder
M.
MENGUKUR
BAGIAN-BAGIAN TORAK
Adapun
tahap dalam pengukuran bagian-bagian torak yaitu :
1) Mengukur
celah ring torak dengan fuller gauge dan ring torak.
2) Hasil
Pengukuran
Ø Memanjang
pada Pinton 3
-
Diameter bagian atas torak 3 : 75 mm
-
Diameter bagian bawah torak 3 : 75,13 mm
Ø Melintang
pada Piston 3
-
Diamener bagian atas torak 3 : 75,7 mm
-
Diameter bagian bawah torak 3 : 75,39 mm
Ø Mengukur
celah Ring torak 3 : 0,40 mm
Ø Mengukur
celah torak 3 dengan ring seher : 0,05 mm
Adapun
langkah-langkah dalam pemasangan ialah :
1) Pertama
pasanglah ring torak pada celah tempat ring torak
2) Kemudian
torak dimasukkan ke lubang silinder sesuai dengan urutan dan tanda panah yang
terdapat diatas ( kepala ) torak
3) Masuukkan
torak diruang silinder dibantu alat piston ring chompressor yaitu guna untuk
mengepres ring supaya terjepit dan bisa masuk ke ruang silinder
4) Dan
masukkan rtorak harus sesuai dengan poros engkol yaitu 2 dan 3, 1 dan 4.
PENUTUP
A.
Saran
Komponen yang ada
dibengkel bagian yang kurang contohnya ring pada torak hanya ada beberapa yang
lengkap selain itu alat-alat pendukung seperti alat pengukuran yang masih
kurang . ada baiknya jika itu dilengkapi agar memudahkan mahasiswa untuk
belajar.
B.
Kesimpulan
Proses pengukuran adalah proses
yang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi, karena dalam pengukuran bisa
terjadi kesalahan yang berakibat fatal pada mesin terlebih pada
komponen-kom[ponen fital mesin. Maka dari itu kita harus benar-benar teliti
dalam pengukuran agar mesin yang diukur bisa sesuai.

























0 komentar:
Posting Komentar