#AmosXP { margin-top:50px; margin-right:30px; position: absolute; font-family: 'Age', cursive; font-size: 30px; text-shadow: 0 1px 0 #fff, 0 2px 0 #bbb, 0 3px 0 #aaa, 0 4px 0 #aaa, 0 5px 0 #999, 0 6px 1px #000, 0 0px 3px #000, 0 1px 3px #000, 0 3px 5px #000, 0 5px 10px #000, 0 5px 20px #000; -webkit-transform: rotate(325deg); -moz-transform: rotate(325deg); -o-transform: rotate(325deg); writing-mode: lr-tb; }

Plurk

Senin, 08 Juni 2015

Hari/tanggal :
PEMBONGKARAN DAN PENGUKURAN KOMPONEN MESIN ( RING & TORAK )
Job no :
Waktu : 1 x Tatap Muka
Dosen : Ir. Husin Bugis, M. Si



A.    JUDUL
Pembongkaran dan pengukuran kompnen mesin ( Ring & Torak )

B.     TUJUAN
Dalam praktek motor bakar ini memiliki tuuan yaitu :
ü  Menerapkan kemampuan dan keterampilan yang di diapatkan dibengkel
ü  Menyelesaikan laporan
ü  Menegtahui prosedur kerja yang baik sesuai standarnya
ü  Mengetahui cara membongkar mesin yang benar
ü  Mengetahui apa saja yang perrlu diperbaiki
ü  Mengetahui kesalahan-kesalahan mesin saat menghidupkan
ü  Dapat mengenali nama-nama dan letak komponen dari engine

C.    ALAT DAN BAHAN
1.      Alat

·         Tool Box



·         Kalifer ( Jangka Sorong )



·         Kunci T


·         Kunci Ring








·         Feeler Gauge


2.      Bahan
Adapaun bahan yang digunakan dalam pratek Motor bakar adalah :
a.       Mesin Mobil bensin Merk SUZUKI




D.    KESELAMATAN KERJA
ü  Gunakan pakaian wearpack yang seragam
ü  Gunakan alat sesuai dengan fungsi dan cara pemakaian alat yang benar
ü  Berhati-hatilah terhadap komponen yang mudah patah saat praktek pengerjaan
ü  Perhatikan tanda-tada yang ada pada bodi atau komponen mesin
ü  Bekerja dengan serius dan patuhi intrusi instruktur

E.     MATERI
Dalam laporan ini akan dijelaskan urutan membongkar dan memasang alat-alat mesin yang digunakan. Pengukuran dan gambar dari bagian-bagian mesin dan memasang kembali komponen-komponen mesin seperti normal kembali.


F.     MATERI
Sesuai dengan tujuanpelaksaan pekerjaan dasar engine diperlukan cara kerja pembongkaran dan pemasanagn komponen mesin ( engine ) serta memperhatikan kode-kode tanda yang terdapat pada bagian omponen-komponen mesin yang digunakan untuk mempermudahan pemasangan kembali dan agar tidak tertukar pada posisi yang lain.


G.    PEMBONGARAN BAGIAN IPAS PEMDINGIN
Adapun langkah langkah dalam pembongkaran yaitu :
1.      Pertama lepaskan ipas dengan menguunakan kunci 10T yang melekat pada mesin kipas baut satu persatu








2.      Ketika kipas sudah terlepas buka tutup yang berwarna hiyam kemudian timing belt yang melekat pada fuili timing belt untuk memuar Noken As


3.      Kemudian melepaskan fuili-fuili yang terdapat disamping mesin ada 2 fuili yaitu fuili besar dan fuili kecil. Fungsi fuili merupakan tempat timing belt untuk pemindah daya.

                      Fuili Kecil                                                      

 Fuili Besar

H.    PEMBONGKARAN KEPALA SILINDER
Adapun langkah-langkah dalam pembongkaran kepala silinder adalah :
1.      Pertama lepaskan tutup kepala silinder yang menggunakan kunci T10 kemudian kumpulan baut-baut tersebut agar mudah saat pemasangan.




2.      Ketika tutup kepla silinder terbuka maka tampak pelatuk-peatuk kepla silinder
3.      Lepaskan baut-baut yang terdapat di sela-sela pelatuk dengan menggunakan unci ring shock 14 untuk membuka baut


4.      Setelah mengambil semua baut-baut tersebut angkatlah bagian-bagian kepala silinder dan letakkan mesin tersebut.

I.       PEMBONGKARAN CARTER
Adapun langah-langah dalam pembongaran carter yaitu :
1)      Mesin dibalikan pada bagian carter terletak diatas guna untuk mempermudah pengerjaan pelepasan baut-baut yang terdapat dicarter.

2)      Umpulan baut-baut tersebut dibagian lain supaya tidak tercampu.
3)      Angkatlah carter dan letakkan ditempat yang benar

4)      Lalu bualah baut yang mengiat pada saringan dengan menggunakan kunci T10 dan angkatlah penyaring.

J.      MELEPASKAN BANTALAN PADA POROS ENGKOL
Langkah-langkah dalam pembongkaran yaitu :
1)      Setelah kedua bagian terpisah anara kepala silinder dan carter lalu blok silinder di ubah letak pada bagian bantalan letakkan diatas untuk mempermudah pembongkaran

2)      Lalu bualah baut-baut yang terdapat dibantalan poros engol dengan menggunakan kunci shock/ring 14 dan membuka satu persatu baut tersebut untuk membua baut-baut tidak diperbolehkan menggnakan kunci pas karna akan mempermolor baut.

3)      Ketika bantalan poros engkol tersebut dilepas letakkan bantalan sesuai urut nomor yang terdapat di bagian tas ban.
        
K.    PEMBONGARAN PENGIKAT BATANG TORAK PADA POROS ENGKOL
Langah-langakh dalam melepaskan batang torak :
1)      Ketika sudah membuka bantalan poros engkol kemudian membuka mur yang mengikat batang torak pada poros engkol.
2)      Untuk membuka bantalan ini harus 2 batang/ piston yang bisa dibuka yaitu silinder 2 dan 3
3)      Yang digunakan untuk membuka bantalan batang torak ialah kunci T/ Ring 12
4)      Dan untuk membuka 2 silinder lain diputar poros engkol dengan memutar roda gila yang terdapat disamping.
5)      Ketika bantalan batang torak udah terletak berada diatas maka sudah terletak berada diatas maka sudah tak berhenti memutar yaitu silinder 1 dan 4
6)      Maka pada batang torak yang sudah dilepas akan terletak dibawah
7)      Dan pada bantalan batang torak yang sudah dibuka maka disusun menurut urutan yang sebelumnya dibuka.



L.     PEMBONGKARAN TORAK DAN BLOK SILINDER
Langkah-langkah dalam mengeluarkan torak dari blok silinder
1)      Ketika Mur tersebut dibuka maka terlihatlah baut yang terdapat pada bantalan batang torak.

2)      Lalu baut tersebut dipukul dengan menggunakan palu karet u ntuk mengeluarkan torak-torak dari blok silinder
3)      Menegluarkan torak ialah harus 2 kali putaran ialah torak satu dan 4 dari putaran yang lain ialah torak 2 dan 3
4)      Ketika sudah dipukul maka ambillah torak yang sudah keluar dari blok silinder



M.   MENGUKUR BAGIAN-BAGIAN TORAK
Adapun tahap dalam pengukuran bagian-bagian torak yaitu :
1)      Mengukur celah ring torak dengan fuller gauge dan ring torak.
2)      Hasil Pengukuran
Ø  Memanjang pada Pinton 3
-          Diameter bagian atas torak 3 : 75 mm
-          Diameter bagian bawah torak 3 : 75,13 mm

Ø  Melintang pada Piston 3
-          Diamener bagian atas torak 3 : 75,7 mm
-          Diameter bagian bawah torak 3 : 75,39 mm

Ø  Mengukur celah Ring torak 3 : 0,40 mm
Ø  Mengukur celah torak 3 dengan ring seher : 0,05 mm









N.    PEMASANGAN KOMPONEN DIBAGIAN BLOK SILINDER
Adapun langkah-langkah dalam pemasangan ialah :
1)      Pertama pasanglah ring torak pada celah tempat ring torak
2)      Kemudian torak dimasukkan ke lubang silinder sesuai dengan urutan dan tanda panah yang terdapat diatas  ( kepala ) torak
3)      Masuukkan torak diruang silinder dibantu alat piston ring chompressor yaitu guna untuk mengepres ring supaya terjepit dan bisa masuk ke ruang silinder
4)      Dan masukkan rtorak harus sesuai dengan poros engkol yaitu 2 dan 3, 1 dan 4.



















PENUTUP

A.    Saran
Komponen yang ada dibengkel bagian yang kurang contohnya ring pada torak hanya ada beberapa yang lengkap selain itu alat-alat pendukung seperti alat pengukuran yang masih kurang . ada baiknya jika itu dilengkapi agar memudahkan mahasiswa untuk belajar.

B.     Kesimpulan

Proses pengukuran adalah proses yang membutuhkan ketelitian tingkat tinggi, karena dalam pengukuran bisa terjadi kesalahan yang berakibat fatal pada mesin terlebih pada komponen-kom[ponen fital mesin. Maka dari itu kita harus benar-benar teliti dalam pengukuran agar mesin yang diukur bisa sesuai.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More