Disusun guna
melengkapi Tugas Mata Kuliah Pemeliharaan
Mekanik Industri
Dosen Pengampu :
Danar Susilo W,S.T, M,Eng.
Oleh:
ASLIZAR
K2513077
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
JURUSAN
PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Sang khaliq
pencipta alam semesta, pencipta jagat raya, dan juga pencipta umat manusia dan
Allah juga yang telah mengajarkan kita tulis baca dari yang tidak tahu menjadi tahu, dan memperkenalkan kita ilmu
pengetahuan serta memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada penulis, pembaca
dan semua umat manusia, sehingga dengan hidayahnya penulis dapat membuat Makalah
“ PEMELIHARAAN MESIN BOR”
Di dalam penulisan makalah ini,
ada orang-orang yang berperan penting bagi penulis yang selalu memberi motivasi
serta mengajarkan penulis, maka dari itu penulis sangat berterima kasih kepada
:
1.
Ayahnda
dan Ibunda tercinta serta keluarga yang telah memberikan dorongan motivasi bagi
penulis.
2.
Guru
pembimbing Pak Danar Susilo W,S.,T,M.Eng. yang telah banyak mengarahkan dan membimbing
penulis dalam membuat makalah
ini.
Akhirnya hanya kepada Allah Swt. jualah penulis menyerahkan diri karena
disetiap tindakan atau gerak yang penulis lakukan justru karena izin Allah Swt.
dan mudah-mudahan Laporan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Amin…
Surakarta, 11 Juni
2015
Penulis
Aslizar
K2513077
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................. i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1
A. Latar
Belakang ........................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah ....................................................................... 1
C. Tujuan.......................................................................................... 2
BAB II DASAR TEORI.......................................................................... 3
A.
Pengertia Mesin
Bor................................................................... 3
1.
Fungsi Mesin
Bor................................................................. 3
2.
Jenis Mesin Bor.................................................................... 7
3.
Mata Bor.............................................................................. 12
4.
Prinsip
Pengeboran............................................................... 17
5.
Kecepatan
Potong Pengeboran............................................ 17
6.
Pengerjaan
Pengeboran........................................................ 19
B.
Pemeliharaan.............................................................................. 22
1.
Perawatan Mesin.................................................................. 23
2.
Cara Perawatannya.............................................................. 24
BAB III PENUTUP................................................................................... 25
A.
Kesimpulan.................................................................................. 25
B.
Saran............................................................................................ 26
Daftar Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Mesin perkakas adalah alat mekanis
yang ditenagai, biasanya digunakan untuk mempabrikasi komponen metal dari
sebuah mesin. Kata mesin perkakas biasanya digunakan untuk mesin yang digunakan
tidak dengan tenaga manusia, tetapi mereka bisa juga di gerakan oleh manusia
bila dirancang dengan tepat. Para ahli sejarah teknologi berpendapat bahwa
mesin perkakas sesungguhnya lahir ketika keterliabtan manusia dihilangkan dalam
proses pembentukan atau proses pengecapan dari berbagai macam peralatan.
Mesin perkakas biasanya berhubungan
dengan suatu industri yang pada dasarnya alat tersebut sangat membantu untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan industry tersebut
terutama pada logam atau plat, Mesin perkakas pada dunia industry sangat banyak
antara lain: mesin bubut, mesin frais, gerinda dan gergaji mesin terutama pada
bengkel industri dan pabrik-pabrik. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat
membantu untuk pemahaman lebih lanjut tentang mesin bor dan mesin gergaji.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan mesin
bor ?
2. Bagaimana cara pemeliharaan mesin
bor ?
C. TUJUAN
1. Mengetahui mesin bor secara
keseluruhan
2. Mengetahui Bagaimana cara merawat
mesin bor
3. Dapat Merawat Roda gigi agar tidak
terjadi keausan
4. DapatMerawat ban penggerak dan
puli agar kelurusan ban dan puli tetap terjaga
5. Dapat Merawat atau nglepel
kedudukan mesin agar getaran yang ditimbulkan oleh mesintidak melebihi toleransi.
BAB II
TEORI
DASAR
A.
Pengertian Mesin Bor
Mesin bor adalah suatu jenis mesin
gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada
sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah
operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan
menggunakan pemotong berputar yang disebut BOR.
1)
Fungsi Mesin Bor
Mesin bor mempunyai fungsi sebagai
berikut:
1. Pembuatan Lubang
Mengumpan mata bor pada suatu benda
kerja untuk membuat lubang
Gambar Pembuatan Lubang
2. Pembesaran Lubang
Mengumpan mata bor pada benda kerja
yang telah memiliki lubang sebelumnya guna untuk memperbesar diameter lubang
pada benda kerja.
Gambar Pembesaran Lubang
3. Chamfer
Chamfer adalah suatu proses untuk
menghilangkan sisi tajam dari sebuah bentuk slindris. Chamfer pada proses
counter sink yang dimaksudkan ada beberapa macam penggunaan, antara lain :
a. Chamfer untuk membersihkan chip /
bram.
b. Chamfer untuk pembuatan ulir.
c. Chamfer untuk dudukan kepala baut
konus.
d. Chamfer untuk dudukan paku
keling.
Gambar Chamfer
3. Bagian Mesin Bor dan Fungsinya
a) Base (Dudukan)
Base ini merupakan penopang dari
semua komponen mesin bor. Base terletak paling bawah menempel pada lantai,
biasanya dibaut. Pemasangannya harus kuat karena akan mempengaruhi keakuratan
pengeboran akibat dari getaran yang terjadi.
b) Column (Tiang)
Bagian dari mesin bor yang digunakan
untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan untuk proses pengeboran. Kolom
berbentuk silinder yang mempunyai alur atau rel untuk jalur gerak vertikal dari
meja kerja.
c) Table (Meja)
Bagian yang digunakan untuk
meletakkan benda kerja yang akan di bor. Meja kerja dapat disesuaikan secara
vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda atau bisa
berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat pada
tiang (column). Untuk meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 3600 dengan
poros ditengah-tengah meja. Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp)
untuk menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan.Untuk menjepit
benda kerja agar diam menggunakan ragum yang diletakkan di atas meja.
d) Drill Chuck (Mata Bor)
Adalah suatu alat pembuat lubang
atau alur yang efisien. Mata bor yang paling sering digunakan adalah bor
spiral, karena daya hantarnya yang baik, penyaluran serpih (geram) yang baik
karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup, sudut-sudut sayat yang menguntungkan
dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang–bidang
potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garis-garis
singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor.
e) Spindle
Bagian yang menggerakkan chuck atau
pencekam, yang memegang/mencekam mata bor.
f) Spindle head
Merupakan rumah dari konstruksi
spindle yang digerakkan oleh motor dengan sambungan berupa belt dan diatur oleh
drill feed handle untuk proses pemakananya.
g) Drill Feed Handle
Handel untuk menurunkan atau
menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja (memakankan).
h) Table Clamp
Table Clamp digunakan untuk mengunci
kedudukan table.
2)
Jenis Mesin Bor
1. Mesin bor meja
Mesin bor meja adalah mesin bor yang
diletakkan diatas meja. Mesin ini digunakan untuk membuat lobang benda kerja
dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16 mm). Prinsip kerja
mesin bor meja adalah putaran motor listrik diteruskan ke poros mesin sehingga
poros berputar. Selanjutnya poros berputar yang sekaligus sebagai pemegang mata
bor dapat digerakkan naik turun dengan bantuan roda gigi lurus dan gigi rack
yang dapat mengatur tekanan pemakanan saat pengeboran.
Gambar Mesin Bor Duduk
2. Mesin bor tangan (pistol)
Mesin bor tangan adalah mesin bor
yang pengoperasiannya dengan menggunakan tangan dan bentuknya mirip pistol.
Mesin bor tangan biasanya digunakan untuk melubangi kayu, tembokmaupun pelat
logam. Khusus Mesin bor ini selain digunakan untuk membuat lubang juga bisa
digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut karena dilengkapi 2
putaran yaitu kanan dan kiri. Mesin bor ini tersedia dalam berbagai ukuran,
bentuk, kapasitas dan juga fungsinya masing-masing.
3. Mesin bor Radial
Mesin bor radial khusus dirancang
untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat. Mesin ini langsung
dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang secara permanen pada
landasan atau alas mesin. Pada mesin ini benda kerja tidak bergerak. Untuk
mencapai proses pengeboran terhadap benda kerja, poros utama yang digeser
kekanan dan kekiri serta dapat digerakkan naik turun melalui perputaran batang
berulir.
4. Mesin Bor Tegak (Vertical
Drilling Machine)
Mesin bor koordinat pada dasarnya
sama prinsipnya dengan mesin bor yang lainnya. Perbedaannya terdapat pada
sistem pengaturan posisi pengeboran. Mesin bor koordinat digunakan untuk
membuat/membesarkan lobang dengan jarak titik pusat dan diameter lobang antara
masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi. Untuk mendapatkan
ukuran ketelitian yang tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat
diatur dalam arah memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik.
Ketelitian dan ketepatan ukuran dengan sistem optik dapat diatur sampai
mencapai toleransi 0,001 mm.
6. Mesin bor lantai
Gambar Mesin Bor Lantai
Mesin bor lantai adalah mesin bor
yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai disebut juga mesin bor kolom. Jenis
lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor yang mejanya disangga dengan batang
pendukung. Mesin bor jenis ini biasanya dirancang untuk pengeboran benda-benda
kerja yang besar dan berat.
7. Mesin bor berporos (mesin bor
gang)
Mesin bor ini mempunyai lebih dari
satu spindel, biasanya sebuah meja dengan empat spindel. Mesin ini digunakan
untuk melakukan beberapa operasi sekaligus, sehingga lebih cepat.untuk produksi
masal terdapat 20 atau lebih spindel dengan sebuah kepala penggerak.
3)
Mata Bor
Mata bor adalah alat yang paling
ideal untuk membuat lubang yang rapih dan presisi. Bisa digunakan pada bahan
kayu, plastik ataupun logam. Banyak jenis dan ukuran lubang yang bisa dibuat
dengan menggunakan bor, akan tetapi dengan mempertimbangkan ukuran lubang dan
jenis bahan kita perlu menggunakan mata bor yang tepat.
Jenis Mata Bor
a. Twist Bits
Gambar Twist Bist
b. Masonry Bits
Dirancang untuk membuat lubang pada
tembok, beton atau batu. Digunakan dengan mesin bor pada setelan martil
(gerakan bir bergetar seperti ketukan martil) dan pada ujung mata bor terdapat
logam keras sebagai pemotong. Biasanya tersedia dalam ∅ 4-15mm dan mata bor lebih panjang
daripada twist bits (300 - 400mm).
Gambar Spur Bits
Dikenal sebagai mata bor kayu dengan
ujung mata bor runcing pada bagian tengahnya dan pisau pengiris pada bagian
kelilingnya. Ujung runcing di tengah berfungsi untuk menjaga agar mata bor
tetap lurus sehingga lubang yang dihasilkan presisi dan dengan ∅ yang sama. Ukuran ∅ yang tersedia sekitar 6-15mm.
Gambar Countesink Bits
Mata bor ini bersudut 90° pada
ujungnya dan berfungsi untuk membuat lubang 45° terhadap permukaan kayu.
Biasanya dipakai pada saat membuat lubang untuk kepala sekrup agar permukaan
sama rata dengan kayu. Mata bor ini bisa berdiri sendiri dan ada juga yang
terpasang langsung dengan mata bor utama untuk membuat lubang sekrup.
e. Foster Bit
Sudut potong mata bor terdapat empat
macam, yaitu:
ü Sudut Bebas (a)
ü Sudut Mata Potong (b)
ü Sudut Tatal (γ)
ü Sudut Pemotongan (δ)
Ujung mata pemotong harus selalu
tajam. Pusat/ujung bibir pemotong yang tidak sentris saat pengasahan mata bor
menghasilkan beban yang tidak sama terhadap bor. Akibatnya lobang yang
terbentuk tidak tepat, bergeser/menyimpang posisinya dari senter yang ditentukan.
4)
Prinsip Pengeboran
Berdasarkan pekerjaan yang
dilakukan, maka mesin bor dapat berfungsi untuk membuat lobang silindris dan
bertingkat, membesarkan lobang, memcemper lobang dan mengetap. Pekerjaan yang
banyak menuntut ketelitian yang tinggi pada pengeboran adalah pada saat
menempatkan mata bor pada posisi yang tepat di titik senter.
5)
Kecepatan Potong Pengeboran
Kecepatan potong ditentukan dalam
satuan panjang yang dihitung berdasarkan putaran mesin per menit. Atau secara
defenitif dapat dikatakan bahwa kecepatan potong adalah panjangnya bram yang
terpotong per satuan waktu.
Setiap jenis logam mempunyai harga
kecepatan potong tertentu dan berbeda-beda. Dalam pengeboran putaran mesin
perlu disesuaikan dengan kecepatan potong logam. Bila kecepatan potongnya tidak
tepat, mata bor cepat panas dan akibatnya mata bor cepat tumpul atau bisa
patah.
Kecepatan potong ditentukan oleh:
ü Jenis bahan yang akan dibor
ü Jenis bahan mata bor
ü Kualitas lobang yang diinginkan
ü Efesiensi pendinginan
ü Cara/teknik pengeboran
ü Kapasitas mesin bor
Untuk mendapatkan putaran mesin bor
per menit ditentukan berdasarkan keliling mata bor dalam satuan panjang .
Kemudian kecepatan potong dalam meter per menit dirubah menjadi milimeter per
menit dengan perkalian 1000. akhirnya akan diperoleh kecepatan potong
pengeboran dalam harga milimeter per menit.Dalam satu putaran penuh, bibir mata
bor (Pe) akan menjalani jarak sepanjang garis lingkaran (U). Oleh karena itu,
maka
Dimana:
U = Keliling bibir mata potong bor
D = Diameter mata bor
p = 3.14
Jarak keliling pemotongan mata bor
tergantung pada diameter mata bor. Waktu pemotongan juga menentukan kecepatan
pemotongan. Oleh karena itu jarak yang ditempuh oleh bibir pemotong mata bor
harus sesuai dengan kecepatan putar mata bor. Berdasarkan hal tersebut maka
jarak keliling bibir pemotongan mata bor (U) selama n putaran per menit dapat
dihitung dengan rumus:
U = p x d x n
Dimana:
U = keliling bibir potong mata bor
D = Diameter mata bor
N = putaran mata bor per menit
Biasanya kecepatan potong dilambangkan
dengan huruf V dalam satuan meter per menit. Jarak keliling yang ditempuh mata
bor adalah sama dengan jarak atau panjangnya bram yang terpotong dalam satuan
panjang per satuan waktu.
Berdasarkan hal tersebut maka jarak
keliling yang ditempuh mata potong bor (U) sama dengan panjangnya bram
terpotong dalam satuan meter per menit. Berarti kecepatan potong sama dengan
jarak keliling pemotongan mata bor. Maka:
V = U
V= p x d x n (m/menit)
Pemakanan Pengeboran
Pemakanan adalah jarak perpindahan
mata potong bor ke dalam lubang/benda kerja dalam satu kali putaran mata bor.
Besarnya pemakanan dalam pengeboran dipilih berdasarkan jarak pergeseran mata
bor dalam satu putaran, sesuai dengan yang diinginkan. Pemakanan juga
tergantung pada bahan yang akan dibor, kualitas lobang yang dibuat, kekuatan
mesin yang ditentukan berdasarkan diameter mata bor.
6)
Pengerjaan Pengeboran
Untuk Mekanisme Proses pengerjaan
pengeboran adalah sebagai berikut ;
1. Pemasangan Benda Kerja
a. Jika menggunakan ragum, untuk benda
kerja rata dan mendatar dengan ukuran benda tebalnya lebih pendek dari ukuran
tinggi mulut ragum, dibagian bawah benda kerja ditahan denagan bantalan yang
rata dan sejajar (paralel). Agar ragum tidak turut bergerak, ragum diikat
denagan menggunakan mur baut pada meja bor.
b. Jika tidak menggunakan ragum, benda
kerja diikat pada meja bor dengan menggunakan dua buah mur baut, dua buah
penjepit bentuk U dengan dua balok penahan yang sesuai.
c. Untuk mengebor logam batang
berbentuk bulat, benda kerja diletakan pada sebuah balok V dan dijepit dengan
batang pengikat khusus, kemudian ditahan dengan menggunakan balok yang sesuai
dan diikat oleh mur baut pada meja mesin bor.
Untuk benda kerja yang akan dibor
tembus, benda kerja dijepit dengan menggunakan batang, penjepit khusus, balok
penahan yang sesuai tingginya dan diikat dengan mur baut pengikat agar tidak
merusak ragum.
2. Pemasangan Mata Bor pada chuck
a. Bor dengan tangkai lurus (taper)
langsung dimasukan pada lubang sumbu mesin bor, tidak boleh menggunakn pemegang
bor. Dengan demikian, lubang alur menerima ujung taper dan lubang taper
diimbangi oleh selubang yang distandarisasi (dinormalisasikan). Ujung taper
tidak digunakan untuk memegang tapi untuk mempermudah dilepas dari selumbung
dengan menggunakan soket. Sebelum melepas bor, sepotong kayu harus diletakan
dibawahnya, sehingga mata bor tidak akan rusak pada saat jatuh.
b. Bor dengan tangkai selinder
diguanakan “ Pemegang bor berkonsentrasi sendiri” dengan dua atau tiga rahang.
Bor harus dimasukan sedalam mungkin sehinggan tidak selip pada saat berputar.
Permukaan bagiaan dalam pemegang berhubungan dengan tangakai mata bor, sehingga
menghasilkan putaran bor.
c. Bor dengan kepala bulat lurus
diperguanakan pemegang/ penjepit bor otomatis (universal), dimana bila diputar
kuncinya, maka mulutnya akan membuka atau menjepit dengan sendirinya
(otomatis).
d. Bor dengan kepala tirus dipergunakan
taper atau sarung pangurang yang dibuat sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan,
sehingga terdapat bermacam-macam ukuran.
e. Mata bor yang baik asahan mata
potongnya akan mengebor dengan baik dan akan menghasilkan tatal yang sama tebal
dengan yang keluar melalui kedua belah alur spiral bor. Untuk bahan memerlukan
pendinginan, dipergunakan cerek khusus tempat bahan pendingin.
3. Atur posisi benda kerja dengan
menggerakkan meja, untuk arah vertical cukup memutar handle, untuk gerak putar
mejanya cukup membuka pengunci di bawah meja dan di sesuaikan, setelah itu
jangan lupa mengunci semua pengunci.
4. Tancapkan steker mesin ke stop
kontak sumber listrik, kemudian tekan sakelar on (pada saat ini spindle sudah
berputar). Atur kecepatan yang sesuai dengan benda kerja.
5. Untuk pemakanan ke benda kerja, putar Drill feed
Handle sehingga mata bor turun dan memakan benda kerja.
6. Gunakan cairan pendingin bila perlu
7. Setelah selesai, tekan sakelar off
untuk mematikan mesin
8. Untuk Mesin bor tangan / pistol
sakelar khusus untuk pilhan putaran ke kanan dan ke kiri.
B.
Pemeliharaan
Pemeliharaan adalah suatu kobinasi dari berbagai tindakan yang
dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam, atau memperbaikinya sampai suatu
kondisi yang bisa diterima. Untuk Pengertian Pemeliharaan lebih jelas adalah
tindakan merawat mesin atau peralatan pabrik dengan memperbaharui umur
masa pakai dan kegagalan/kerusakan
mesin.. Pada umumnya perusahaan hanya melakukan tindakan yang bersifat
perbaikan (Corerective Maintenance) kurang mendapatkan perhatian. Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya perhatian dari kalangan perusahaan
akan arti pentingnya sistem perawatan sebagai berikut :
1. Belum dirasakannya pengaruh kerusakan peralatan
terhadap kelancaran proses produksi, karena kemacetan produksi juga akibat dan
kemacetan pada bagian fungsi produk lainnya
2. Belum dipahaminya tujuan dari aktivitas
perawatan dan manfaat dari penerapan sistem perawatan
3. Belum dimengerti sebab akibat terhadap kerusakan
mesin pada proses produksi
Perawatan merupakan kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas
(peralatan) pabrik dan mengadakan perbaikan atau penggantian yang diperlukan
agar terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan
rencana sehingga mencegah terjadinya kerusakan selama proses produksi berlangsung
atau sebelum tercapainya rencana dalam jangka waktu tertentu.
Adapun tujuan utama dari
kegiatan sistem perawatan ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Untuk mencapai tingkat biaya perawatan
(Maintenance) seoptimal mungkin, dengan melaksanakan kegiatan perawatan secara
efektif dan efisien
2. Kemampuan berproduksi dapat memenuhi kebutuhan
sesuai dengan rencana produksi
3. Mesin dan peralatan produksi (fasilitas
produksi) yang ada di dalam perusahaan tersebut akan dapat dipergunakan dalam
jangka waktu yang lebih lama
4. Mengontrol setiap mesin agar tetap terjaga
pemakaiannya dari kerusaka
5. Menjamin keselamatan operator yang menggunakan
saran dan alat tersebut
6. Menghindari kegiatan maintenance yang dapat
mambahayakan keselamatan pekerja.
7. Menjaga kualitas produk pada tingkat yang tepat
untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk itu sehingga kegiatan produksi
tidak terganggu
1. Perawatan Mesin
Sebuah mesin dalam menjaga performa
kinerjanya juga membutuhkan perawatan yang intensif pada setiap komponen
mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin bor. Adapun hal-hal yang harus
diperhatikan :
1. Pelumasan secara rutin untuk
menghilangkan panas dan gesekan.
2. Mesin harus dibersihkan setelah
digunakan
3. Chips harus dibersihkan menggunakan kuas.
4. T-slots, grooves, spindles sleeves,
belts, and pulley harus dibersihkan.
5. Mesin diolesi dengan cairan anti
karat untuk mencegah dari berkarat\
6. Pastikan untuk alat pemotong
berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.
7. Jangan menempatkan alat-alat lain di
meja pemboran
8. Hindari pakaian longgar
9. Perlindungan khusus untuk mata
2.
Cara Perawatannya
a) Pendinginan
Pendinginan pada mata bor tidak bisa
disepelekan karena akan membuat umur mata bor tidak tahan lama, untuk pekerjaan
yang cukup banyak mata bor juga memerlukan proses pendinginan. Setiap material
memiliki jenis pendinginan yang berbeda.
b) Putaran Mesin (RPM)
Semakin besar diameter mata bor yang
Anda gunakan maka semakin lambat putaran yang ada, semakin kecil mata bor akan
semakin membuat putaran bor semakin cepat.
c) Pengasahan (penggerindaan)
Membentuk sisi potong yang kurang
baik akan menimbulkan kerusakan yang ditimbulkan seperti merasa cepat tumpul,
terasa bahannya keras, lubang yang tidak bagus, cepat panas dan lain-lain.
Periksa kembali apakah hasil asahan anda sudah tepat agar dapat membuat mata
bor Anda menjadi lebih tahan lama.
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa mesin
bor merupakan suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang
arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan
pelubangan).
Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang
berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang
disebut BOR.
Sedangkan penemu mesin bor Modern ialah Arthur L.
Hawkesworth (1869-1925). Ada beberapa jenis mesin bor diantaranya sebagai
berikut :
· Mesin
Bor Meja
· Mesin
Bor Lantai (Kolom atau Tiang)
· Mesin
Bor Radial
· Mesin
Bor Gang / berporos
· Mesin
Bor Koordinat
· Mesin
Bor Tegak
Bagian-bagian
utama mesin bor ialah :
ü Base (Dudukan )
ü Column (Tiang)
ü Table (Meja)
ü Drill
(Mata Bor)
ü Spindle
ü Spindle head
ü Drill Feed Handle
ü Kelistrikan
a.
Kerusakan-kerusakan
pada mesin bor diakibatkan karena kurangnya perawatan dan kurangnya
kehati-hatian dalam penggunaannya.
b.
Terjadinya
banyak korosi pada komponen-komponen mesin bor diakibatkan karena kurangnya
pelumasan pada komponen-komponen tersebut.
c.
Kerusakan
pada belt karena usianya yang sudah tua dan kurangnya perawatan.
B. SARAN
ü Perawatan yang baik akan menambah
umur pakai mesin bor.
ü Baut pengikat harus selalu diperiksa
keteguhannya, karena jika terjadi kelonggaran akan mengakibatka getaran.
ü Baut pengikat puli juga harus
diperiksa
ü Peralatan atau pengatur dalamnya
pemakanan bor juga harus diperiksa terutama apabila menggunakan roda gigi rack.
Periksa roda gigi rack apakah terjadi cacat padanya dan apakah pelumasannya
diberikan secara teratur.
ü Periksa bearing pada bagian kepala
mesin bor, masih bagus atau mengalami keausan
ü Cek kelurusan ban penggerak dan puli
DAFTAR PUSTAKA
Job Sheet Laboratorium Metrologi
Teknik Mesin
http://larrydaromes.blogspot.com/2012/01/v-behaviorurldefaultvmlo_29.html