Selalu ada ucapan syukur oleh karena
aku mengenalnya. Selalu ada kata untukku membicarakannya. Selalu ada senyum
ketika ku melihat senyumnya. Selalu bahagia ketika aku berhasil membuat dia
tertawa.
Aku tak selalu ada disampingnya,
tapi hatiku ada disana. Aku ada dimana mana, dimanapun ia berada. Aku berdoa
setiap kali memandanginya, sebab waktu itu aku sedang merasa memandangi
kebaikan dan anugrah dari tuhan.
Ia mengajariku banyak kebaikan. Ia mengajriku
beryukur. I mengajariku untuk giat berdoa. Ia mengajariku unntuk bersabar. Ia mengajariku
bagaimana mejaga hati yang benar. Ia mengajariku berkarya dan yang paling
penting, ia selalu mengajariku untuk memuji Tuhan.
Rindu, rindu yang tak akan hilang
ditelan waktu. Ia tetap ada dan tetap ada, hinngga ia kembali menjemputkuu
disini. Berat rasanya memikul hari. Terkadang aku merasa sedih ketika ia tak
selalu ada di sini. Tapi aku tahu, ia tetap mencintaiKu.
Semoga Tuhan menuliskan namanya
untuk aku. Dan segala semogaku bersamanya, kiranya tuhan dan keluarga memberi
Restu.
Satu lagi. Jika kamu bertanya siap “ia”
yanga da dalam tulisan ini, ia adalah kamu. Cermin terbaikKu ~2



0 komentar:
Posting Komentar