#AmosXP { margin-top:50px; margin-right:30px; position: absolute; font-family: 'Age', cursive; font-size: 30px; text-shadow: 0 1px 0 #fff, 0 2px 0 #bbb, 0 3px 0 #aaa, 0 4px 0 #aaa, 0 5px 0 #999, 0 6px 1px #000, 0 0px 3px #000, 0 1px 3px #000, 0 3px 5px #000, 0 5px 10px #000, 0 5px 20px #000; -webkit-transform: rotate(325deg); -moz-transform: rotate(325deg); -o-transform: rotate(325deg); writing-mode: lr-tb; }

Plurk

Rabu, 24 Desember 2014

Tuhan Aku Rindu Ayah L

Kata rindu selalu bermunculan dihati ini, rindu ini sudah terlalu penuh dihatku,sesak rasany menaggung rasa ini.  sesekali  ingin ku curahkan pada sosok lelaki yang tegar yang kukenal sebagai ayah, ah.. tapi percuma sosok ayahku telah menghilang dari pelupuk mataku, ia pergi sebelum aku tumbuh dewasa…ku rebahkan tubuhku dihamparan rumput hijau, ku gigit sedikit bibirku, mataku menerawang jauh ke langit biru dan untuk sekian kalinya hatiku berguman “ayah…, bisa kah kau lihat aq disini betapa rindunya aku kepadamu”. tak tersa butiran2 air mata terjatuh dari pelupuk mata ini

dengan penuh linangan air mata ku mencoba tuk berdiri…. hatiku seakan ingin berteriak “Tuhan…!! ingin ku hujat diriMu, ingin ku Marah padaMu, ingin Ku menolak semua takdir yg kau berikan padaku… takdir dariMu itu terlalu sakit untuk ku rasa tuhan… tidak kah kau mengerti apa yang kurasa tuhan ??!!! tidakkah kau rasa ha ??!”.

tuhan tidak kah kau melihat betapa bahagianya mereka yang masih mempunyai ayah, tak ada kesukaran yang tersirat dalam raut wajah mereka, ku ingin begitu ya tuhan… ingin sekali rasanya merasakan ketenangan dalam hidup, bersama dengan ayah meski tuk beberapa detik…, andai kau izinkan aku berjumpa dengan ayah, kan ku rangkul ia dengan erat, kan  ku lampiaskan rasa rindu ini dengan bercengkrama dengan ayah dan inginnya ku merabahkan kepalaku kepangkuannya demi ingin merasakan belailan lembut tangannya….

tpi sayang… :( :( :(
Rindu AyahRindu Ayah
tuhan tak’kan pernah memberi kesempatan itu kepada ku
karena ku tahu yg mati tak kan pernah kembali…. benarkan Tuhan …. ?!

dengan isak tangisku ku berlutut dihamparan rumput hijau yang bergoyang
“Tuhan izinkan aku berbaring dipangkuan Ayahku ??!” *hiks*


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More